Senin, 13 Mei 2013

Sekumpul Lautan Manusia: Haul Guru Sekumpul yang ke-8


Subhanallah....
hanya itulah kata-kata yang bisa terlontar dari bibir ini, 250.000 lebih jamaah memadati wilayah Sekumpul (Minggu, 12 Mei 2013) untuk memperingati Haul Guru Sekumpul yang ke-8. Setiap tahunnya jamaah yang datang selalu bertambah. Jamaah yang datang tidak hnya dari Kalimantan, tetapi juga dari berbagai wilayah,  seperti Jawa, Sumatra dan luar Indonesia. Untuk wilayah Sekumpul sendiri sejak pagi sudah diberlakukan sistem car free day. Jamaah yang menuju Mushola Arraudah berjalan kaki dari tempat parkir yang disediakan untuk mengatasi kemacetan yang lebih parah.






sumber gambar: http://www.facebook.com/groups/parapencinta.abahguru/?ref=ts&fref=ts



Sabtu, 11 Mei 2013

satu kata "SKRIPSI"

Apa yang ada di pikiran Anda jika mendengar kata "skripsi"?  Setiap orang yang menempuh jenjang pendidikan S-1 tentu akan menemuinya (terkecuali yang gugur seleksi alam alias berhenti kuliah). Bagi sebagian orang mungkin biasa saja,tapi mungkin juga bagi sebagian mahasiswa semester akhir merupakan suatu "momok" yang dianggap angker. Dan saya baru saja melewati pase itu.
Sejak menjadi calon mahasiswa (masih SMA) saya selalu berkeinginan bisa menyelesaikan kuliah tidak sampai empat tahun padahal saya sendiri masih meraba-raba seperti apa perkuliahan itu. Mengapa mereka para mahasiswa tidak memakai seragam? Mengapa di televisi mereka seringa tauran? Mengapa begini dan mengapa mengapa lagi.
Singkat cerita saya telah menjadi mahasiswa di FKIP. Semester 7 saya mulai menggarap yang namanya skripsi. Dimulai dari mengajukan proposal penelitian, bertemu dengan dosen, konsultasi, memperbaiki, konsultasi lagi, perbaiki lagi, konsultasi lagi, perbaiki, konsul, perbaiki, dan untuk bab 1 saja sampai 6kali konsultasi, sungguh berbeda dengan teman-teman saya yang sekali konsultasi langsung sampai bab 1-3.
Saat semester 7 saya begitu giat ingin secepatnya menyelesaikan skripsi karena satu hal, awal tahun depan (2013) saya ingin menikah, hehehe... tak munafik, tujuan saya awalnya yang terpenting adalah itu, =D. Hari terus berlalu, tibalah waktu batas pendaftaran sidang, berhubung dosen pembimbing saya adalah orang penting di Universitas terkadang ada kalanya beliau sangat sibuk. namun disela kesibukan beliau yang sangat luar biasa beliau masih sabar menghadapi orang-orang yang mengharap bimbingan beliau. dan yang terjadi dengan saya adalah ketika skripsi telah rampung, saya terlambat mendaftar sidang. Alhasil saya harus gigit jari. Memang, jika saya bisa ikut sidang, saya merupakan satu-satunya di kelas saya yang bisa lulus 7 semester.

Rabu, 19 Desember 2012

Peta Diftong




 Peta Diftong


Diftong adalah vokal yang berubah kualiasnya. Dalam sistem tulisan diftong biasa dilambangkan oleh dua huruf vokal. Kedua huruf vokal itu tidak dapat dipisahkan. Bunyi /aw/ pada kata "harimau" adalah diftong, sehingga <au> pada suku kata "-mau" tidak dapat dipisahkan menjadi "ma·u" seperti pada kata "mau". Demikian pula halnya dengan deretan huruf vokal <ai> pada kata "sungai". Deretan huruf vokal itu melambangkan bunyi diftong /ay/ yang merupakan inti suku kata "-ngai".
Diftong berbeda dari deretan vokal. Tiap-tiap vokal pada deretan vokal mendapat hembusan napas yang sama atau hampir sama; kedua vokal itu termasuk dalam dua suku kata yang berbeda. Bunyi /aw/ dan /ay/ pada kata "daun" dan "main", misalnya, bukanlah diftong, karena baik [a] maupun [u] atau [i] masing-masing mendapat aksen yang (hampir) sama dan membentuk suku kata tersendiri sehingga kata "daun" dan "main" masing-masing terdiri atas dua suku kata.


Peta Konsonan



Peta Konsonan
 Tempat artikulasi


Cara artikulasi
bilabial
labiodental
apikodental
laminoalveolar
laminopalatal
dorsovelar
faringal
glotal
hambat
P b


t d

k g

?
geseran

f v
θ   ð
s z
ʃ   Ȝ
   x
      h

paduan




      C
        j



seangauan
m


n
ñ
    ŋ


getaran



r




sampingan



l




Hampiran
w



y




Konsonan dibedakan berdasarkan tempat artikulasi dan cara artikulasi.
Berdasarkan tempat artikulasinya, ada empat konsonan, yaitu:
ü  Bilabial, yaitu konsonan yang terjadi pada dua belah bibir, bibir bawah merapat pada bibir atas. Yang termasuk konsonan bilabial yaitu, p, b, m.
ü  Labiodental, yaitu konsonan yang terjadi pada gigi bawah bibir atas, gigi bawah merapat pada bibi atas. Yang termasuk konsonan labiodental yaitu, f, v.
ü  Laminoalveolar, yaitu konsonan yang terjadi pada daun lidah dan gusi, dalam hal ini daun lidah menempel pada gusi. Yang termasuk  konsonan laminoalveolar yaitu, t, d.
ü  Dorsovelar, yaitu konsonan yang terjadi pada pangkal lidah dan velum langit-langit lunak. Yang termasuk konsonan dosovelar yaitu k, g.
Berdasarkan cara artikulasinya, artinya bagaimana gangguan dan hambatan yang dilakukan pada arus udara itu, maka konsonan dibedakan atas:
ü  Hambat (letupan, plosive, stop). Di sini artikulator menutup sepenuhnya aliran udara, sehingga udara terhalang di belakang tempat penutupan itu. Kemudian penutupan itu dibuka secara tiba-tiba, sehingga terjadinya letupan. Yang termasuk konsonan letupan ini adalah p, b, t, d, k, g.
ü  Geseran. Di sini artikulator aktif mendekati artikulator pasif, membentuk celah sempit, sehingga udara yang lewat mendapat gangguan di celah itu. Yang termasuk konsonan geseran adalah f, s, z.
ü  Paduan. Di sini artikulator aktif menghambat sepenuhnya aliran udara , lalu membentuk celah sempit dengan artikulator pasif. Yang termasuk konsonan ini adalah c, j.
ü  Sengauan atau nasal. Di sini artikulator menghambat sepenuhnya aliran udara melalui mulut, tetapi membiarkannya keluar melalui rongga hidung dengan bebas. Contoh konsonan nasal adalah m, n, ñ, ŋ.
ü  Getaran atau trill. Di sini artikulator aktif melalui kontak beruntun dengan artikulator pasif, sehingga getaran bunyi itu terjadi berulang-ulang. Contohnya konsonan r.
ü  Sampingan. Disni artikulator aktif  menghambat aliran udara pada bagian tengah mulut , lalu membiarkan udara keluar melalui simpang lidah. Contoh konsonan l
ü  Hampiran. Di sini artikulator aktif dan pasif membentuk ruang yang mendekati posisi terbuka seperti dalam pembentukan vokal, tetapi tidak cukup sempit untuk menghasilkan konsonan geseran. Oleh karena itu, bunyi yang dihasilkan juga sering disebut semi vokal. Di sini hanya ada dua buah bunyi, yaitu w dan y.